BANDA ACEH — Seekor orangutan sumatra jantan berusia delapan tahun harus ditarik dari perkebunan sawit di Kabupaten Nagan Raya setelah tim gabungan BKSDA Aceh dan Yayasan Ekosistem Lestari menerima laporan warga pada Jumat (19/6). Satwa yang masuk kategori kritis menurut lembaga konservasi dunia itu ditemukan dalam kondisi memprihatinkan.
Kondisi Fisik Orangutan: Dehidrasi hingga Luka di Kaki
Hasil pemeriksaan dokter hewan di lapangan menunjukkan primata tersebut mengalami dehidrasi akut dan kekurangan cairan. Tubuhnya kurus akibat kekurangan gizi, ditambah luka pada kaki kiri yang membatasi pergerakan. Kepala BKSDA Aceh Ujang Wisnu Barata menyatakan kondisi itu memerlukan penanganan medis segera.
"Dari hasil pemeriksaan kesehatan di lapangan, orangutan tersebut direkomendasikan untuk dibawa ke Pusat Karantina dan Rehabilitasi di Sibolangit, Sumatera Utara, guna mendapatkan perawatan lebih lanjut," kata Ujang Wisnu Barata di Banda Aceh, Rabu.
Satwa Terjebak di Lahan Konsesi Perusahaan
Orangutan sumatra itu ditemukan di areal penggunaan lain yang merupakan hak guna usaha (HGU) sebuah perusahaan perkebunan di Kecamatan Tripa Makmur. Tim gabungan bergerak ke lokasi setelah menerima informasi keberadaan satwa liar dilindungi tersebut pada Jumat pekan lalu.
BKSDA Aceh mengingatkan bahwa orangutan sumatra hanya ditemukan di Pulau Sumatra dan berstatus kritis—berisiko tinggi punah di alam liar. Perusakan hutan sebagai habitat alami menjadi ancaman utama kelangsungan hidup spesies ini.
Imbauan Hukum: Jerat dan Racun Bisa Berujung Pidana
Masyarakat diimbau tidak merusak hutan, menangkap, melukai, membunuh, atau memperniagakan satwa dilindungi dalam keadaan hidup maupun mati. Larangan juga mencakup pemasangan jerat, racun, dan pagar listrik tegangan tinggi yang dapat menyebabkan kematian satwa liar.
Perbuatan ilegal yang mengakibatkan kematian satwa dilindungi terancam sanksi pidana sesuai peraturan perundang-undangan. BKSDA Aceh berharap partisipasi aktif warga untuk melaporkan jika menemukan satwa dilindungi di luar habitatnya.