SUKA MAKMUE — Giok Nagan kini tak lagi sekadar batu alam biasa. Setelah melalui proses panjang, batu khas Kabupaten Nagan Raya itu resmi tercatat sebagai kekayaan intelektual yang dilindungi negara. Sertifikat HKI rencananya akan diserahkan langsung bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Nagan Raya.
Mengapa HKI Giok Nagan Penting bagi Pelaku Usaha?
Kepala Kanwil Kemenkum Aceh, Meurah Budiman, menegaskan bahwa perlindungan ini bukan sekadar formalitas. Dengan adanya HKI, Giok Nagan memiliki payung hukum yang jelas sebagai produk khas daerah. “Ini bisa memperkuat daya saing produk daerah di pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Meurah menambahkan, tantangan terbesar saat ini justru ada di tingkat akar rumput. Banyak pelaku UMKM di Nagan Raya yang belum paham pentingnya mendaftarkan merek atau hak cipta. “Mereka belum tahu bahwa perlindungan kekayaan intelektual bisa jadi jaminan hukum sekaligus modal untuk mengembangkan usaha,” jelasnya.
Dari Identitas Daerah Menuju Penggerak Ekonomi
Plt. Sekda Hizbulwatan berharap pengakuan ini menjadi titik balik bagi pengelolaan Giok Nagan. Selama ini, batu giok dari Nagan Raya dikenal luas di kalangan kolektor dan perajin, namun nilainya belum maksimal karena minimnya perlindungan hukum.
“Dengan HKI ini, kita punya pijakan untuk mengembangkan potensi secara berkelanjutan. Harapannya, dampak ekonominya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama para perajin dan pelaku UMKM,” kata Hizbulwatan saat membuka acara di ruang rapat Bappeda Nagan Raya.
Apa Langkah Selanjutnya Setelah HKI Terbit?
Pemkab Nagan Raya tidak berhenti pada sertifikat. Meurah Budiman menyebut pihaknya akan mendorong pembentukan badan hukum bagi kelompok usaha pengelola Giok Nagan. Langkah ini dinilai penting agar ekosistem usaha bisa lebih profesional dan terstruktur.
“Kami juga akan terus mendampingi proses pendaftaran merek, hak cipta, dan paten untuk produk turunan lainnya. Ini adalah program prioritas Kemenkum untuk memajukan ekonomi masyarakat melalui perlindungan kekayaan intelektual,” pungkasnya.