ACEH BESAR — Ribuan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kemenag Aceh Besar bergotong royong mengumpulkan dana untuk menyantuni kelompok rentan. Dana tersebut dihimpun dari guru madrasah, pegawai kantor kementerian, pegawai Kantor Urusan Agama (KUA), hingga tenaga kependidikan di madrasah se-Kabupaten Aceh Besar.
Bukan Sekadar Agenda Seremonial Tahunan
Kepala Kemenag Aceh Besar, Saifuddin, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. Menurutnya, memberikan perhatian kepada anak yatim dan difabel bukan hanya kewajiban sosial, melainkan juga ibadah yang memiliki nilai luar biasa.
"Mereka adalah amanah bagi kita semua. Memberikan perhatian kepada mereka bukan hanya kewajiban sosial, tetapi juga ibadah yang memiliki nilai luar biasa di sisi Allah SWT," kata Saifuddin di Aceh Besar, Kamis.
Penerima Santunan: dari MI hingga MA
Santunan menyasar anak-anak dari berbagai jenjang pendidikan di bawah naungan Kemenag. Mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA), baik negeri maupun swasta, tersebar di seluruh kecamatan di Aceh Besar.
Total penerima mencapai 578 orang. Dari jumlah itu, 42 di antaranya merupakan penyandang disabilitas yang juga tercatat sebagai siswa di madrasah setempat.
Peaceful Muharam: Tradisi Baru di Bulan Yatim
Saifuddin menjelaskan, program Peaceful Muharam tahun ini memberi perhatian pada sejumlah isu strategis. Selain santunan anak yatim dan disabilitas, program ini juga menyentuh penguatan ketahanan keluarga, literasi keagamaan, pengembangan ekonomi umat, dan gerakan peduli lingkungan.
"Bulan Muharam ini dikenal dengan bulan yatim. Seperti kata Menteri Agama, ini diharapkan menjadi tradisi baru bagi kita, memperingati 10 Muharam dengan membebaskan anak-anak yatim dari berbagai kesulitan hidup," ujarnya.
Arahan Menag: Wajah Agama yang Damai
Saifuddin menambahkan, rangkaian Peaceful Muharam 1448 H sejalan dengan arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar. Momentum ini diharapkan memperkuat wajah agama yang menghadirkan kedamaian, memperluas kemanfaatan sosial, dan memperkokoh persaudaraan kebangsaan.
Kegiatan ini menjadi salah satu dari rangkaian program Kemenag RI di bulan Muharam yang juga mencakup bantuan kebencanaan. Sebelumnya, Kemenag bersama DPR RI telah menyalurkan Rp 15,4 miliar untuk penanganan bencana di Aceh, serta Rp 85 miliar untuk program serupa di berbagai daerah.