BANDA ACEH — Gelombang bantuan keuangan antardaerah untuk pemulihan pascabencana di Aceh terus mengalir. Satgas PRR mencatat, komitmen dari Sumatera Utara mencapai sekitar Rp260 miliar yang berasal dari Pemprov Sumut, Pemkot Medan, Kabupaten Deli Serdang, Simalungun, Asahan, Serdang Bedagai, Kota Pematangsiantar, dan Kabupaten Labuhanbatu.
Bantuan tersebut telah disalurkan kepada delapan daerah terdampak di Aceh, yakni Aceh Tengah, Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Utara, Pidie Jaya, Aceh Timur, Bireuen, dan Gayo Lues. Sebagian besar dana kini sudah diterima melalui rekening kas daerah masing-masing.
Sumatera Barat Kejar Administrasi, 15 Daerah Siap Cairkan
Dari Sumatera Barat, dukungan dari 15 pemerintah kabupaten/kota juga menunjukkan progres positif. Sebagian besar bantuan telah ditetapkan dan masuk ke rekening penerima, sementara beberapa daerah lain masih menuntaskan proses administrasi pencairan.
Pemerintah pusat turut memberikan kemudahan kebijakan. Penyaluran bantuan keuangan antardaerah kini tidak memerlukan persetujuan DPRD, sehingga proses percepatan pemulihan bisa lebih lincah.
Tito: Kepala Daerah Penerima Harus Datang Ucapkan Terima Kasih
Muhammad Tito Karnavian menekankan pentingnya memperkuat semangat gotong royong antardaerah. Ia meminta kepala daerah penerima hibah untuk mengunjungi langsung pemberi hibah sebagai bentuk apresiasi yang layak diangkat ke media.
“Terima kasih. Bagus progresnya. Sebaiknya kepala daerah penerima hibah mengunjungi kepala daerah pemberi hibah, mengucapkan terima kasih dan dinaikkan ke media untuk menunjukkan solidaritas antardaerah dalam membantu daerah bencana. Bisa jadi model ke depan. Bencana bisa terjadi di daerah mana pun,” kata Tito dalam keterangannya, Kamis (25/6/2026).
Bupati Bireuen Jadi Contoh, Kunjungi Langsung Asahan
Langkah konkret telah dilakukan Bupati Bireuen Mukhlis. Ia bersama jajaran Pemkab Bireuen melakukan kunjungan langsung ke Kabupaten Asahan untuk menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diterima.
Satgas PRR menilai langkah ini sebagai contoh positif yang tidak hanya mempererat hubungan antardaerah, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana.
Rp10,6 Triliun Tambahan TKD untuk Tiga Provinsi
Sebelumnya, pemerintah telah mengalokasikan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp10,6 triliun kepada pemerintah daerah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Anggaran tersebut diperuntukkan bagi percepatan rehabilitasi, rekonstruksi, serta upaya pengurangan risiko bencana di masa mendatang.
Pemerintah terus mendorong penerapan skema hibah antardaerah guna membantu wilayah yang masih membutuhkan dukungan besar dalam proses pemulihan, khususnya daerah-daerah terdampak di Aceh.