Pencarian

Lenovo dan Teknologi di Balik Siaran F1: 8 Terabyte Data, 32 Km Kabel, dan Tenda Berteknologi Tinggi

Sabtu, 27 Juni 2026 • 14:25:01 WIB
Lenovo dan Teknologi di Balik Siaran F1: 8 Terabyte Data, 32 Km Kabel, dan Tenda Berteknologi Tinggi
Tenda Event Technical Center Lenovo menjadi pusat teknologi utama di setiap Grand Prix F1.

ACEH — Di paddock setiap Grand Prix, ada satu tenda yang tidak pernah terlihat di layar kaca tapi menjadi pusat syaraf seluruh operasional balapan. Itulah Event Technical Center (ETC) milik Lenovo, mitra teknologi resmi F1. Di dalam tenda seluas 80 x 50 kaki ini, 750 perangkat keras dan 40 sistem perangkat lunak bekerja 24 jam untuk memastikan siaran, timing, dan data telemetri sampai ke tim, pengawas balapan, dan pemirsa di 180 negara.

Infrastruktur Bawah Tanah dan 32 Kilometer Kabel

Sebelum mobil melaju di sesi latihan Jumat, tim Lenovo dan F1 sudah memasang infrastruktur dari nol di setiap sirkuit. Tidak ada sirkuit permanen yang menyediakan sistem sendiri karena F1 menuntut presisi dan keseragaman mutlak. Salah satu contohnya: sensor start yang ditanam langsung sedalam 30 sentimeter di bawah marka grid. Sensor ini mendeteksi jika mobil bergerak satu milimeter sebelum lampu padam, dan lubangnya ditutup aspal agar tidak terlihat di kamera.

Selain itu, ada 32 mil atau sekitar 51 kilometer kabel, ratusan router internet, sistem pencahayaan untuk balapan malam dan bendera kuning, serta kamera HD dan CCTV yang dipasang di titik-titik strategis. Semua ini dipasang beberapa hari sebelum Grand Prix dan dibongkar total pada Senin setelah balapan.

ETC: Tenda Keliling dengan Kemampuan 1,4 THz

ETC bukan sekadar tenda biasa. Di dalamnya terdapat server dengan kekuatan komputasi 1,4 THz yang tersebar di 512 core CPU, 8,2 TB RAM, dan 100 TB penyimpanan flash. Selama satu akhir pekan balapan, sistem ini memproses 350.000 hingga 400.000 data transponder timing, menghasilkan 750-800 dokumen elektronik resmi, dan mengolah 300-400 GB data per sesi lintasan.

Total data yang diproses Lenovo per seri mencapai 8 terabyte, termasuk siaran dan telemetri. Data ini dikirim secara real-time ke pusat kendali utama di Media & Technology Centre (M&TC) Biggin Hill, Inggris. Yang menarik, ETC dan M&TC bisa saling backup. Jika salah satu mengalami gangguan, siaran tetap berjalan tanpa pemirsa sadar ada masalah.

Telemetri 1,1 Juta Titik Data per Detik per Mobil

Setiap mobil F1 kini dilengkapi lebih dari 300 sensor. Dalam satu detik, satu mobil menghasilkan 1,1 juta titik data yang langsung dikirim ke tim, F1, dan FIA. Data ini mencakup performa mesin, suspensi, gearbox, bahan bakar, gaya-G, hingga aktuasi kontrol oleh pembalap. Tim seperti Mercedes menggunakannya untuk strategi, sementara stewards memakainya untuk menganalisis pelanggaran seperti pit lane speeding di Monaco.

Chris Roberts, Director of IT Formula 1, mengatakan bahwa dengan 22 mobil di grid, volume telemetri yang diterima belum pernah sebanyak ini. "Itu sebabnya kami memutuskan di awal musim 2026 untuk menyederhanakan pemrosesan data kritis mobil. 0,3 detik mungkin terlihat kecil, tapi di olahraga yang diukur dalam seperseribu detik, itu bisa jadi penentu," ujarnya.

Latensi Diturunkan 0,3 Detik untuk Balapan Paling Jauh

Salah satu pencapaian teknis Lenovo adalah mengurangi latensi pengiriman data ke tim hingga 0,3 detik, diukur dari balapan yang paling jauh secara geografis. Pengurangan ini krusial karena keputusan strategi di pit wall sering kali bergantung pada data real-time. Di M&TC Biggin Hill, sistem menjalankan 180 perangkat lunak khusus dengan 4 juta baris kode, 70 mesin virtual, dan kekuatan 1,7 THz.

Dari sensor di aspal hingga server di Inggris, rantai teknologi ini bekerja tanpa jeda. Saya, yang sudah bertahun-tahun meliput F1, baru benar-benar paham skala operasinya setelah melihat langsung simulasi di ETC. Bukan cuma soal siaran TV, tapi bagaimana data mengalir deras ke tim di garasi dan pabrik mereka di seluruh dunia.

Bagikan
Sumber: thedrive.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks