ACEH — Uji coba yang dilakukan oleh tim NASA Marshall Space Flight Center di Huntsville, Alabama, ini berfokus pada kemampuan cryocoupler untuk mentransfer nitrogen cair bersuhu minus 321 derajat Fahrenheit. Dalam pengujian tersebut, perangkat dioperasikan dalam berbagai konfigurasi sambungan dan pelepasan untuk melihat reaksinya terhadap perubahan suhu yang drastis.
Apa Itu Cryocoupler dan Kenapa Penting?
Secara sederhana, cryocoupler bisa dibayangkan seperti nozzle atau mulut slang di pompa bensin versi luar angkasa. Fungsinya adalah menghubungkan pesawat luar angkasa ke stasiun pengisian bahan bakar yang mengorbit Bumi.
“Pengisian bahan bakar kriogenik di orbit antara dua pesawat luar angkasa belum pernah dilakukan dan tetap menjadi salah satu tantangan teknik paling berat dalam penerbangan antariksa,” ujar Travis Belcher, manajer proyek cryocoupler di NASA Marshall Space Flight Center.
Tantangan utamanya ada pada suhu. Bahan bakar seperti hidrogen dan oksigen cair harus tetap berada dalam kondisi sangat dingin—ratusan derajat di bawah nol Fahrenheit. Perangkat ini harus memiliki segel yang kuat dan material yang tepat agar tidak bocor saat mentransfer cairan super dingin tersebut.
Fitur Otomatis: Tak Perlu Astronot Turun Tangan
Salah satu keunggulan utama cryocoupler buatan L3Harris adalah sistem operasinya yang sepenuhnya otomatis. Berbeda dengan metode konvensional yang mungkin membutuhkan spacewalk atau jalan-jalan di luar angkasa, perangkat ini bisa menyambung dan melepas sendiri.
“Cryocoupler yang kami kerjakan dapat dipasang dan dilepas berkali-kali dan sepenuhnya otomatis, sehingga astronot tidak perlu melakukan spacewalk untuk memindahkan propelan,” jelas Belcher. Perangkat ini juga dirancang untuk bisa menoleransi ketidaksejajaran saat proses docking, sebagaimana disimulasikan dalam uji coba operasional.
Hasil Uji Coba dan Langkah Selanjutnya
Tim penguji tidak hanya mengukur ketahanan suhu, tetapi juga melakukan skenario simulasi docking yang miring atau tidak presisi. Hal ini penting karena di luar angkasa, proses penyambungan antarwahana tidak selalu sempurna.
Meski hasil uji coba awal terbilang positif, Belcher mengakui bahwa pengujian ini masih pada tahap dasar. Rencananya, uji coba selanjutnya akan dirancang khusus untuk misi-misi tertentu, sehingga performa cryocoupler bisa diukur sesuai dengan kebutuhan spesifik misi tersebut.
Untuk misi eksplorasi luar angkasa generasi mendatang, kemampuan mengisi bahan bakar di orbit Bumi menjadi pintu gerbang menuju perjalanan yang lebih jauh, seperti ke Mars atau asteroid. Keberhasilan uji coba cryocoupler ini membawa mimpi itu selangkah lebih dekat menjadi kenyataan.