Pencarian

Astra Agro Kembangkan Benih Sawit Tahan Ganoderma, Target Produktivitas Tinggi Tanpa Buka Lahan Baru

Selasa, 30 Juni 2026 • 21:27:31 WIB
Astra Agro Kembangkan Benih Sawit Tahan Ganoderma, Target Produktivitas Tinggi Tanpa Buka Lahan Baru
Benih sawit tahan Ganoderma hasil riset Astra Agro dipersiapkan untuk meningkatkan produktivitas tanpa membuka lahan baru.

ACEH — Penyakit Ganoderma merupakan ancaman serius bagi perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Jamur ini menyerang pangkal batang dan bisa menurunkan produksi hingga mematikan pohon.

Melalui pusat riset dan pengembangan (R&D), Astra Agro meracik varietas benih yang dirancang punya ketahanan alami terhadap Ganoderma. Benih ini juga diklaim memiliki produktivitas lebih tinggi dibanding varietas konvensional.

"Inovasi benih unggul menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan produktivitas perkebunan tanpa mengandalkan perluasan lahan," demikian keterangan resmi perusahaan, Rabu (19/2).

Kolaborasi Riset Perkuat Ekosistem Perbenihan

Astra Agro tidak bekerja sendiri. Perusahaan menjalin sinergi dengan Kementerian Pertanian, perguruan tinggi, asosiasi pekebun, dan pelaku industri sawit lainnya.

Kolaborasi ini diharapkan memperkuat ekosistem perbenihan nasional. Pasalnya, ketersediaan benih unggul dalam jumlah cukup menjadi syarat mutlak program peremajaan sawit (replanting) yang tengah digenjot pemerintah.

Data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mencatat, luas kebun sawit yang sudah tua dan perlu diremajakan mencapai lebih dari 2,5 juta hektare. Tanpa benih unggul, produktivitas kebun replanting berpotensi rendah dan merugikan petani.

Dampak Langsung ke Petani dan Industri

Bagi petani sawit, benih tahan Ganoderma berarti biaya perawatan lebih rendah. Risiko gagal panen akibat serangan penyakit juga berkurang drastis.

Dari sisi industri, pasokan tandan buah segar (TBS) lebih stabil. Pabrik pengolahan bisa beroperasi optimal tanpa terganggu fluktuasi pasokan dari kebun yang terserang penyakit.

Astra Agro menegaskan komitmennya menghadirkan praktik perkebunan yang lebih bertanggung jawab. Mulai dari pemilihan benih, pengelolaan kebun yang efisien, hingga adaptasi terhadap perubahan iklim.

Lewat inovasi benih dan penguatan riset, perusahaan berharap fondasi industri sawit Indonesia bisa lebih modern, tangguh, dan berkelanjutan. Target jangka panjangnya: produktivitas naik, tapi lahan tidak bertambah.

Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks