LHOKSEUMAWE — Organisasi mahasiswa asal Tanoh Gayo, PEMATANG, menilai kawasan hutan Gayo merupakan benteng kehidupan masyarakat yang kini dalam tekanan. Ketua Umum PEMATANG, Dicka Ipansyah, menyatakan bahwa apabila kerusakan lingkungan terus dibiarkan, potensi banjir, longsor, hingga kebakaran hutan di Bener Meriah dan Aceh Tengah akan semakin besar.
“Jangan sampai masyarakat hanya dijadikan penonton setiap kali bencana datang. Yang dibutuhkan hari ini adalah keberanian mengambil langkah nyata untuk menjaga hutan, memperbaiki tata kelola lingkungan, dan memperkuat mitigasi bencana,” tegas Dicka dalam pernyataan yang diterima media, baru-baru ini.
Kebakaran Lahan Pinus Jadi Alarm
Salah satu kejadian yang menjadi perhatian PEMATANG adalah kebakaran lahan pinus di Bener Meriah pada awal Juni 2026. Peristiwa itu, menurut Dicka, menunjukkan lemahnya pengelolaan dan pengawasan lingkungan secara berkelanjutan di kawasan tersebut.
Ia menambahkan, upaya pemulihan pascabencana memang telah dilakukan pemerintah, namun hal itu tidak cukup. Langkah pencegahan dan perlindungan kawasan hutan harus diperkuat agar risiko bencana tidak terus berulang.
Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
PEMATANG tidak hanya menyuarakan kritik, tetapi juga menawarkan solusi. Organisasi ini mendorong pemerintah daerah, DPRK, aparat penegak hukum, akademisi, organisasi masyarakat, dan pelaku usaha untuk memperkuat kolaborasi.
Beberapa langkah konkret yang diusulkan antara lain rehabilitasi hutan secara masif, penegakan aturan lingkungan yang lebih tegas, serta gerakan penanaman pohon yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Kritik Demi Keselamatan Masyarakat
Dicka Ipansyah menegaskan bahwa kritik yang disampaikan bukan untuk mencari siapa yang salah. Menurutnya, ini adalah bentuk kepedulian agar Bener Meriah dan Aceh Tengah tidak terus mengulang luka yang sama akibat bencana lingkungan.
“Kami tidak sedang mencari siapa yang salah. Kritik ini adalah bentuk kepedulian agar Bener Meriah dan Aceh Tengah tidak terus mengulang luka yang sama. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas di atas segalanya,” tutup Dicka.