Pencarian

17 Ruas Jalan Nasional dan 5 Jembatan di Aceh Masuk Penanganan Permanen Pascabencana, Target Rampung Juli 2026

Jumat, 03 Juli 2026 • 11:22:31 WIB
17 Ruas Jalan Nasional dan 5 Jembatan di Aceh Masuk Penanganan Permanen Pascabencana, Target Rampung Juli 2026
Penanganan permanen 17 ruas jalan nasional dan 5 jembatan di Aceh dimulai sejak Juli 2026.

BANDA ACEH — Kementerian Pekerjaan Umum tidak lagi hanya menambal jalan dan jembatan rusak di Aceh secara darurat. Sejak awal Juli 2026, BPJN Aceh mulai mengerjakan penanganan permanen di 20 titik yang tersebar di koridor Lintas Barat dan Lintas Timur. Total ada 15 ruas jalan nasional dan lima jembatan yang masuk daftar prioritas.

Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan bahwa jalan nasional di Aceh saat ini sudah fungsional 100 persen. Namun, sejumlah jembatan yang masih bersifat temporer harus segera dipermanenkan.

"Penanganan permanen terhadap jembatan-jembatan daerah yang masih bersifat temporer akan dipercepat. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan lebih cepat dan terintegrasi," kata Dody dalam keterangan tertulis, Jumat (3/7/2026).

Koridor Lintas Timur: 17 Lokasi, dari Beureunuen hingga Batas Sumut

Di koridor Lintas Timur, penanganan permanen menyasar 17 lokasi. Rinciannya, 13 ruas jalan nasional dan empat jembatan. Ruas yang diperbaiki membentang dari Beureunuen, Meureudu, Kota Bireuen, Peureulak, hingga Kota Kuala Simpang yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatra Utara.

Empat jembatan yang masuk daftar adalah Jembatan Krueng Meureudu, Krueng Tingkeum, Pante Lhong, dan Ulee Langa. Seluruhnya berada di jalur utama yang menghubungkan kabupaten/kota di pesisir timur Aceh.

Lintas Barat: Tiga Titik Fokus, Satu Jembatan Kritis

Penanganan di koridor Lintas Barat lebih terbatas, yakni tiga lokasi prioritas. Dua di antaranya ruas jalan nasional: Genting Gerbang–Celala–Batas Aceh Tengah/Nagan Raya, dan Batas Aceh Tengah/Nagan Raya–Lhokseumot–Jeuram. Satu jembatan yang diperbaiki adalah Jembatan Krueng Beutong.

Koridor ini menjadi jalur vital bagi distribusi logistik dari pesisir barat menuju dataran tinggi Gayo.

Lintas Tengah: 16 Lokasi, Progres Jembatan Lawe Mengkudu I Capai 83 Persen

Kawasan Lintas Tengah Aceh mendapat porsi penanganan permanen paling banyak, yakni 16 lokasi yang tersebar di Kabupaten Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Bener Meriah. Pekerjaan tidak hanya memperbaiki badan jalan dan jembatan, tetapi juga memperkuat lereng serta tebing sungai untuk mencegah kerusakan serupa di masa depan.

Salah satu proyek yang hampir rampung adalah Jembatan Lawe Mengkudu I. Hingga 28 Juni 2026, progresnya mencapai 83,72 persen dan ditargetkan selesai pada 31 Juli 2026. Jembatan lama yang rusak akibat bencana dibongkar total dan diganti dengan konstruksi baru yang lebih aman.

Pekerjaan Tambahan: Penguatan Lereng dan Perlindungan Tebing Sungai

Kementerian PU tidak hanya merehabilitasi jalan dan merekonstruksi jembatan. Di sejumlah titik rawan longsor, BPJN Aceh juga melakukan penguatan lereng dan perlindungan tebing sungai. Langkah ini diambil untuk meminimalkan risiko kerusakan infrastruktur saat bencana susulan terjadi.

Menteri Dody menambahkan bahwa koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait terus diperkuat agar pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan terintegrasi. "Proses pemulihan infrastruktur pascabencana terus menunjukkan perkembangan positif di berbagai wilayah," ujarnya.

Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks