ACEH — Evercade Nexus yang akan rilis Oktober 2026 ini datang di tengah gempuran handheld modern seperti Steam Deck OLED dan ROG Ally. Tapi Blaze Entertainment sengaja tidak melawan arus. Mereka justru menggali ceruk yang berbeda: pemain yang rindu era kartrid fisik, lengkap dengan buku manual tebal dan rasa memiliki yang utuh.
Saya mencoba langsung perangkat ini di ajang Gamescom 2026 dan sempat berbincang dengan Sean Cleaver, Head of Marketing Blaze Entertainment. Kesan awal saya: ini handheld yang dirancang oleh orang yang paham betul kebutuhan kolektor game retro.
Bodi Hitam Elegan dan Layar yang Terang di Kelasnya
Berbeda dari pendahulunya yang memakai plastik warna-warni ceria, Nexus tampil dengan bodi hitam doff yang lebih dewasa. Logo Evercade di bawah layar bisa menyala dengan warna yang bisa dikustomisasi — sentuhan kecil yang membuatnya terasa personal tanpa terlihat norak.
Layar IPS "Ultra Bright" 5,89 inci menjadi yang terbesar di antara semua handheld Evercade. Saat memainkan Banjo-Kazooie, area Spiral Mountain dengan nuansa hijau pekatnya tampak tajam dan jenuh. Ini penting, karena game N64 dulu terkenal dengan palet warna yang kusam di layar CRT.
D-pad-nya juga responsif dan tactile — faktor krusial mengingat mayoritas game di ekosistem Evercade lahir dari era sebelum analog stick populer.
Dual Analog Stick: Jawaban untuk Game 3D Era 90-an
Ini adalah Evercade pertama yang punya dual analogue stick. Keputusan yang masuk akal, karena katalog mereka mencakup judul-judul 3D seperti Tomb Raider dan Duke Nukem yang butuh kontrol kamera presisi. Tanpa analog stick, game-game tersebut hampir tidak bisa dimainkan dengan nyaman.
Sayangnya, trigger di bagian belakang terasa agak lembek dan kurang responsif. Untuk game balapan atau tembak-menembak yang butuh setengah tekan, ini bisa menjadi masalah. Saya perlu waktu lebih lama untuk memastikan apakah ini sekadar unit pameran atau memang desain final.
Lebih dari 700 Game dalam Satu Kartrid Fisik
Nexus kompatibel dengan seluruh katalog kartrid Evercade yang sudah ada — lebih dari 70 kartrid berisi 700+ game. Ini termasuk kompilasi Atari, Namco, Interplay, serta koleksi khusus franchise seperti Doom dan Tomb Raider. Yang menarik, Evercade juga merilis game indie modern bergaya retro seperti Full Void dalam bentuk fisik.
Filosofi di balik ini jelas: semua game tersimpan penuh di kartrid, tidak perlu unduhan, tidak perlu lisensi digital yang bisa dicabut. Ini argumen yang makin relevan di tengah kabar Sony yang berencana menghentikan produksi disc fisik.
Baterai dan Fitur Modern: Menang atas Switch 2
Evercade mengklaim daya tahan baterai sekitar lima jam — angka yang lebih baik dari Switch 2. Perangkat ini juga mendukung Wi-Fi 6, headphone nirkabel, dan speaker stereo ganda. Ada juga "Tate Mode" yang memutar tampilan layar 90 derajat untuk game vertikal ala arkade, lengkap dengan tombol khusus.
Namun perlu dicatat, konektivitas Wi-Fi di sini bukan untuk streaming game AAA. Ini untuk pembaruan firmware dan fitur online sederhana. Jangan berharap bisa main online multiplayer di perangkat ini.
Kekurangan yang Perlu Dipertimbangkan
- Trigger lembek — respons setengah tekan kurang presisi untuk game balapan atau tembak-menembak
- Harga premium — Rp 3,2 juta belum termasuk kartrid tambahan di luar bundel
- Tanpa layar sentuh — beberapa game modern di katalog mungkin butuh input yang lebih kompleks
- Belum ada info ketersediaan resmi Indonesia — perlu importir atau jasa titip
Verdict: Untuk Siapa Perangkat Ini?
Evercade Nexus jelas tidak ditujukan untuk gamer yang mengejar grafis 4K atau frame rate tinggi. Ini adalah perangkat nostalgia yang serius — untuk kolektor yang ingin menghidupkan kembali masa kecil mereka dengan cara yang sah dan legal, tanpa emulasi abu-abu.
Bundel Banjo-Kazooie Double Pack yang disertakan adalah pilihan cerdas. Dua game 3D platformer legendaris dari Rare itu langsung menunjukkan alasan kenapa dual analog stick diperlukan. Untuk penggemar game era 90-an yang sudah bosan dengan layanan langganan yang bisa berubah sewaktu-waktu, Nexus menawarkan kepastian: sekali beli, game itu milikmu selamanya.
Tapi kalau kamu mencari handheld untuk game modern atau butuh performa setara PC genggam, ini bukan produk yang tepat. Nexus adalah perangkat spesialis — dan dalam spesialisasinya tersebut, ia tampil sangat meyakinkan.