ACEH — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,84% atau 44,53 poin ke level 5.234 pada akhir sesi pertama perdagangan Rabu (21/10). Tekanan jual investor asing dengan net sell Rp 581,59 miliar menjadi salah satu pemicu utama koreksi, setelah indeks sempat dibuka menguat di 5.310,85. Pelemahan mayoritas saham menandakan sentimen pasar masih rapuh menjelang sesi kedua.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka di level 5.310,85, naik dari penutupan sebelumnya di posisi 5.278,89. Penguatan awal itu tidak bertahan. Indeks berbalik ke zona merah dan mengakhiri sesi pertama di 5.234.
Tekanan jual terlihat dari pergerakan mayoritas saham. Sebanyak 472 saham melemah, 212 saham menguat, dan 105 saham stagnan.
Nilai Transaksi Rp 9,6 Triliun, Kapitalisasi Pasar Rp 923,1 Triliun
Total nilai perdagangan saham pada sesi pertama tercatat Rp 9,6 triliun dengan volume 18,90 miliar lembar saham. Frekuensi transaksi mencapai 1,086 juta kali, sedangkan kapitalisasi pasar berada di Rp 923,1 triliun.
Investor asing membukukan penjualan bersih Rp 581,59 miliar. Nilai pembelian asing (foreign buy) sebesar Rp 3,42 triliun, sementara posisi jual asing lebih besar sehingga pasar mencatat net sell.
BBCA Jadi Buruan Asing, BMRI dan BBRI Dilepas
Di tengah penurunan indeks, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi salah satu yang paling banyak dibeli investor asing. Nilai pembelian bersih BBCA mencapai Rp 296,94 miliar dengan volume 56,61 juta saham.
Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menyusul dengan pembelian bersih Rp 18,90 miliar dan volume 43,80 juta saham.
Di sisi lain, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjadi salah satu yang paling banyak dilepas investor asing. Nilai penjualan bersih BMRI Rp 112,57 miliar dengan volume 30,68 juta saham.
Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatat net sell Rp 99,56 miliar dengan volume 36,08 juta saham. Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga dilepas dengan penjualan bersih Rp 64,96 miliar dan volume 24,22 juta saham.
Saham Kapitalisasi Besar Kompak Menekan Indeks
Sejumlah saham berkapitalisasi besar turut memberatkan IHSG. Saham PT Petrosea Tbk (PTRO) melemah 3,8%, disusul PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turun 2,4%, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) terkoreksi 2,2%, dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) melemah 2,0%.
Dari kelompok pemberat indeks, BYAN turun 3,25% ke level 9.650, AMMN melemah 2,41% ke level 3.640, dan MORA terkoreksi 5,89% ke level 3.190.
BREN dan ICBP Masih Menguat, Tahan Koreksi Lebih Dalam
Beberapa saham mampu mencatatkan penguatan dan menahan pelemahan indeks. Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) naik 5,50% ke level 2.110, sedangkan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) menguat 4,76% ke level 6.050. Saham AADI juga naik 1,59% ke level 11.125.
Pergerakan asing yang masih net sell di sektor perbankan besar seperti BMRI dan BBRI perlu dicermati investor. Tekanan jual di saham kapitalisasi besar membuat indeks sulit berbalik arah meski sejumlah saham defensif masih menguat.