BANDA ACEH — Direktur Eksekutif Kadin Aceh sekaligus Wakil Ketua Umum Bidang Vokasi dan Sertifikasi, Teuku Jailani Yacob, menilai kerja sama yang terbangun selama Rahmad Faisal memimpin telah memberi kontribusi berarti bagi pengembangan kompetensi tenaga kerja di Aceh. Penilaian itu disampaikan sebelum estafet kepemimpinan BPVP Banda Aceh resmi berpindah tangan.
Rahmad Faisal Dinilai Mampu Menghubungkan Pelatihan dengan Kebutuhan Industri
Menurut Teuku Jailani, Rahmad Faisal telah menjadi mitra yang baik bagi Kadin Aceh selama memimpin BPVP Banda Aceh. Ia menekankan pentingnya pelatihan vokasi yang terus terhubung dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
"Pak Rahmad telah menjadi mitra yang baik bagi KADIN Aceh. Kami mengapresiasi komitmen dan kontribusinya dalam mendorong pelatihan vokasi yang semakin terhubung dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Kami berharap kerja sama yang telah terbangun dapat terus berlanjut," ujar Teuku Jailani.
Pisah Sambut Digelar di Gedung Talent Corner BPVP Banda Aceh
Acara pisah sambut Kepala BPVP Banda Aceh dijadwalkan berlangsung Kamis (22/10/2026) pukul 11.30 WIB. Lokasinya di Gedung Talent Corner BPVP Banda Aceh, mempertemukan Rahmad Faisal dengan Dery Rinaldy, S.T., M.T. yang akan menerima tongkat kepemimpinan.
Kadin Aceh menyatakan kesiapan melanjutkan kemitraan strategis dengan kepala BPVP yang baru. Fokus kerja sama mencakup pengembangan pelatihan, sertifikasi kompetensi, peningkatan produktivitas, serta penyiapan tenaga kerja sesuai kebutuhan industri.
Kadin Aceh Berharap Sinergi dengan FKLPI Aceh Semakin Kuat
Teuku Jailani menyambut kepemimpinan Dery Rinaldy dengan harapan kerja sama yang sudah terbangun tidak terputus. Ia juga menyinggung peran Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dengan Industri (FKLPI) Aceh dalam ekosistem pelatihan vokasi daerah.
"Kami berharap sinergi BPVP, KADIN Aceh, dunia usaha, dan mitra masyarakat, serta Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dengan Industri (FKLPI) Aceh, semakin kuat untuk mendukung peningkatan kualitas SDM dan daya saing ekonomi Aceh," tutup Teuku Jailani.
Pergantian kepala BPVP Banda Aceh menjadi titik lanjut kerja sama antara lembaga pelatihan pemerintah dan Kadin Aceh. Kualitas sumber daya manusia dan daya saing ekonomi daerah menjadi ukuran yang dipakai Kadin Aceh dalam menilai arah kemitraan ke depan.