BANDA ACEH — Tifatul Ulfi, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala, bertolak ke Jakarta pada Sabtu (24/10/2026) pukul 11.00 WIB menggunakan pesawat Garuda Indonesia. Keberangkatannya dilepas Ketua KSMI Aceh Muktarrudin Usman bersama pengurus KSMI Aceh bidang Liga, Carles Wibawa, dan orang tuanya, Muzakir alias Cekboy.
Di Jakarta, Tifatul akan bergabung dengan pemain Timnas Indonesia lainnya untuk mengikuti pemusatan latihan di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi. Setelah itu, rombongan bertolak ke Turki.
Dari Tiga Atlet Lolos Seleksi, Baru Satu yang Bisa Berangkat
Muktarrudin menyebut pihaknya tidak bisa memberangkatkan seluruh atlet yang lolos seleksi. Dua atlet lain asal Banda Aceh dan Sabang masih tertahan di tanah air.
"Dari tiga atlet yang lolos, hanya satu yang mampu kita berangkatkan karena keterbatasan anggaran," kata Muktarrudin.
Ia menyampaikan terima kasih kepada sejumlah pihak yang membantu keberangkatan Tifatul. Di antaranya Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh Besar Rahmawati, Plt. Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Aceh Besar Abdullah, serta Ketua KONI Aceh Besar Bakhtiar.
Liga Santri Aceh Berangkat ke Depok November 2026
Selain mengurus keberangkatan atlet ke Turki, KSMI Aceh menyiapkan agenda pembinaan pemain muda. Tim Liga Santri Aceh dijadwalkan berangkat ke Depok, Jawa Barat, pada 9 November 2026.
Tim tersebut akan mengikuti kompetisi Liga Santri yang berlangsung 11–13 November 2026. Pada Desember 2026, KSMI Aceh merencanakan Kejuaraan Daerah Sepakbola Mini di Banda Aceh sebagai wadah klub dan pemain menjaring bibit atlet potensial.
Target Kepengurusan di 14 Kabupaten/Kota
KSMI Aceh menerima SK kepengurusan dari Pengurus Pusat KSMI pada 24 September 2026 di Rukan Permata Senayan, Jakarta Selatan. SK diserahkan Ketua Umum KSMI Pusat Yan Mulia Abidin kepada Muktarrudin Usman.
Sejak menerima mandat itu, KSMI Aceh memperkuat organisasi dan mengembangkan Liga KSMI Aceh. Organisasi ini menargetkan pembentukan kepengurusan di sedikitnya 14 kabupaten/kota.
"Kami ingin pembinaan minifootball di Aceh terus berkembang, melahirkan atlet berprestasi, serta mampu berpartisipasi di semua level kompetisi, mulai dari daerah, nasional, regional hingga internasional," ujar Muktarrudin.