ACEH — Program KPR subsidi FLPP menawarkan bunga tetap 5 persen sepanjang masa cicilan dan uang muka mulai 1 persen dari harga rumah, berdasarkan ketentuan BP Tapera. Warga negara Indonesia yang belum memiliki rumah dan berpenghasilan di bawah batas wilayah berhak mengajukan, sementara KPR komersil mengikuti aturan bunga masing-masing bank.
Bagi masyarakat yang belum memiliki rumah, pemerintah menyediakan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Skema ini dikelola BP Tapera dan ditujukan untuk kelompok berpenghasilan tertentu agar bisa membeli rumah tapak dengan cicilan lebih ringan.
Di sisi lain, bank juga menawarkan KPR komersil dengan ketentuan yang sepenuhnya ditetapkan masing-masing lembaga. Perbedaan keduanya tidak hanya soal bunga, tetapi juga harga rumah, uang muka, syarat pengajuan, hingga pilihan lokasi.
KPR FLPP untuk rumah tapak memakai bunga tetap sebesar 5 persen selama masa cicilan. Besaran itu tidak berubah sampai pembayaran rumah selesai sesuai ketentuan program.
Sebaliknya, bunga KPR komersil mengikuti aturan masing-masing bank. Sebagian bank menawarkan bunga tetap untuk beberapa tahun pertama, lalu bunga dapat berubah mengikuti ketentuan yang berlaku. Perubahan bunga membuat jumlah cicilan bisa naik atau turun.
Rumah subsidi memiliki batas harga yang ditentukan pemerintah berdasarkan wilayah. Aturan ini dibuat agar rumah tetap terjangkau bagi masyarakat yang memenuhi syarat.
Untuk program KPR FLPP, uang muka rumah tapak dimulai dari 1 persen dari harga rumah. Biaya lain di luar uang muka tetap perlu diperhitungkan calon pembeli.
Harga rumah komersil mengikuti harga pasar dan ketentuan pengembang. Besaran uang mukanya bergantung pada aturan bank serta kesepakatan pembelian, sehingga pilihan harga lebih beragam tetapi dana awal yang disiapkan biasanya lebih besar.
Mengacu pada informasi BP Tapera, calon penerima KPR FLPP harus memenuhi kriteria berikut:
KPR komersil tidak memakai persyaratan penerima bantuan pemerintah. Meski begitu, bank tetap memeriksa penghasilan, pekerjaan, riwayat pembayaran pinjaman, serta kemampuan calon pembeli membayar cicilan. Persetujuan bergantung pada hasil pemeriksaan tersebut.
Rumah subsidi memiliki ketentuan harga dan ukuran bangunan, sehingga pilihan rumahnya cenderung lebih terbatas. Calon pembeli perlu menyesuaikan pilihan dengan rumah yang tersedia dalam program.
Sebelum membeli, periksa lokasi rumah, akses jalan, fasilitas umum, dan jarak dari tempat kerja. Rumah komersil menawarkan pilihan ukuran, desain, lokasi, dan fasilitas yang lebih beragam sesuai kebutuhan serta kemampuan keuangan.
Pengajuan KPR FLPP dilakukan melalui bank penyalur yang bekerja sama dengan BP Tapera. Calon pemohon menyiapkan dokumen kependudukan, bukti penghasilan, dan surat keterangan belum memiliki rumah sesuai ketentuan bank penyalur.
Informasi lengkap mengenai daftar bank penyalur, batas harga rumah per wilayah, dan batas penghasilan dapat diakses melalui kanal resmi BP Tapera. Jangan menyerahkan pembayaran apa pun kepada pihak yang mengaku bisa mempercepat persetujuan di luar prosedur bank.
Pilihan antara KPR subsidi dan komersil bergantung pada kondisi keuangan dan kebutuhan. Jika penghasilan masih terbatas dan memenuhi syarat pemerintah, KPR subsidi menawarkan bunga tetap serta uang muka lebih ringan. Jika membutuhkan lebih banyak pilihan rumah dan mampu membayar cicilan sesuai harga pasar, KPR komersil bisa dipertimbangkan.