ACEH BESAR — Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI Ace Hasan Syadzily tampil sebagai pembicara utama dalam seminar tersebut. Ia memaparkan potensi Sabang sebagai pelabuhan transit dan bunkering yang dapat memperkuat konektivitas logistik kawasan.
Seminar juga dihadiri Wali Kota Sabang, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh, serta Forkopimda dari kabupaten dan kota lain. Kehadiran sejumlah pihak itu menunjukkan besarnya perhatian terhadap posisi strategis Sabang bagi Aceh maupun kepentingan nasional.
Pelabuhan Modern dan Kepastian Berusaha Jadi Kunci
Selain aspek logistik, forum membahas keterkaitan pengembangan Sabang dengan pertumbuhan ekonomi daerah, penguatan kedaulatan maritim, hingga ketahanan energi nasional. Infrastruktur pelabuhan modern, kepastian berusaha, dan layanan yang kompetitif dinilai sebagai faktor penentu untuk mengoptimalkan potensi kawasan.
Bagi Aceh, pengembangan Sabang membuka peluang masuknya investasi, penciptaan lapangan kerja, penggerakan UMKM, dan peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat. Peluang itu hanya bisa diraih jika pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan pemangku kepentingan lain bergerak sejalan.
Mengapa Aceh Besar Turut Duduk di Forum Nasional
Kehadiran Muharram Idris dalam seminar menjadi bagian dari dukungan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terhadap penguatan kerja sama dan sinergi antardaerah. Pemkab menilai optimalisasi potensi strategis Sabang perlu didukung seluruh kabupaten/kota di Aceh, bukan hanya pemerintah pusat dan kota setempat.
Melalui forum itu, Pemkab Aceh Besar mengikuti perkembangan gagasan dan arah kebijakan strategis terkait pembangunan kawasan. Pemkab juga memperkuat wawasan mengenai peluang kolaborasi antardaerah untuk mendukung kemajuan Aceh.
Seminar nasional tersebut menghadirkan unsur pemerintahan, pengusaha, dan pemangku kepentingan lain. Kolaborasi lintas pihak menjadi kata kunci dalam pembahasan posisi Sabang sebagai gerbang ekonomi, maritim, dan energi.