ACEH — David Moyes menyamai rekor 592 pertandingan sebagai manajer Everton milik Harry Catterick saat The Toffees menjamu Coventry di Premier League. Manajer berusia 63 tahun itu menegaskan ambisi mengakhiri puasa trofi klub yang sudah berlangsung lama.
Laga di Hill Dickinson Stadium menjadi penanda penting bagi Moyes dalam periode keduanya menangani Everton. Sebelumnya, ia juga akan menjadi manajer dengan masa jabatan terpanjang di Everton sejak Roberto Martinez, sosok yang kali pertama menggantikannya lebih dari 13 tahun lalu.
Everton saat ini duduk di peringkat ketujuh klasemen Premier League. Kemenangan atas Coventry akan mengangkat mereka ke posisi kelima, melewati Liverpool. The Toffees juga sudah memastikan tempat di perempat final Carabao Cup melawan Fleetwood.
Ambisi Trofi Jadi Prioritas Utama Moyes
Moyes tidak menyembunyikan target besarnya. Baginya, membawa Everton kembali bersaing di jalur juara adalah harga mati, terutama karena klub sudah terlalu lama absen dari momen mengangkat trofi.
"Ketika Anda mulai berbicara tentang perempat final, itu terdengar bagus," kata Moyes kepada Sky Sports. "Setiap Evertonian menginginkan perjalanan panjang di kompetisi cup karena sudah lama sekali kami tidak mendekati trofi apa pun. Ekspektasi saya adalah kami harus bisa bersaing."
Musim ini dibuka dengan keraguan setelah Everton melepas Iliman Ndiaye dan gagal mendatangkan buruan utama di akhir bursa transfer. "Kami melewati musim panas yang sulit," aku Moyes. Namun performa musim gugur berbalik arah, dan ia menilai para pemain berjasa besar atas posisi tim saat ini.
Menghormati Warisan Catterick dan Kendall
Menyamai catatan 592 laga Harry Catterick, manajer yang dua kali membawa Everton juara liga, membuat Moyes merasa terhormat. Ia menyebut nama Catterick dan Howard Kendall sebagai figur yang selalu dibicarakan hangat oleh para pendukung.
"Mencapai jumlah pertandingan sebanyak itu adalah hal yang cukup besar," ujarnya. "Saya sangat menghormati para manajer sebelum saya, Harry Catterick dan Howard Kendall. Nama-nama mereka selalu dibicarakan dengan penuh kekaguman oleh Evertonians."
Sepanjang kariernya, Moyes tercatat pernah berhadapan dengan lebih dari 300 manajer berbeda, dari Sir Bobby Robson hingga Mikel Arteta. Matthias Jaissle, yang timnya Newcastle ia kalahkan pada Senin lalu, menjadi lawan terbaru dalam daftar panjang itu.
Rahasia Bertahan di Premier League: Kerja Keras dan Terus Belajar
Soal resep longevity, Moyes menyebut etos kerja sebagai fondasi. Ia biasa menyaksikan pertandingan hampir setiap malam untuk memantau pemain yang sedang naik daun, kebiasaan yang ia warisi dari didikan keluarganya.
"Saya selalu berpikir bekerja lebih keras dari orang lain akan memberi saya peluang lebih besar untuk sukses," tuturnya. "Saya menonton pertandingan hampir setiap malam, mengamati pemain yang sedang berkembang."
Di usianya yang 63 tahun, Moyes mengaku masih aktif mengikuti kursus kepelatihan meski seluruh lisensinya sudah lengkap. Baginya, kemampuan membaca perubahan zaman dan mengelola manusia jauh lebih menentukan daripada sekadar ide taktik di atas kertas.
"Anda harus menemukan cara untuk memahami mereka, apa yang mereka butuhkan, bagaimana mereka ingin diperlakukan, bagaimana Anda berbicara kepada mereka," jelasnya soal pendekatan ke pemain muda. "Adaptasi saya datang lewat mendidik diri sendiri. Pemain berada di bawah tekanan. Mereka merasakannya dari segala arah."
- Rekor laga: 592 pertandingan bersama Everton di dua periode
- Posisi liga: Peringkat 7, berpeluang naik ke kelima jika menang atas Coventry
- Carabao Cup: Lolos ke perempat final, menghadapi Fleetwood
- Usia: 63 tahun, manajer paling berpengalaman di Premier League saat ini
Laga Everton kontra Coventry disiarkan langsung di Sky Sports Premier League dengan kick-off pukul 20.00 waktu setempat. Bagi Moyes, tiga poin di malam penuh makna ini akan menjadi kado sempurna untuk menandai pencapaiannya.