ACEH — Peringatan keras ini disampaikan FAI kepada para anggotanya menjelang Rapat Umum Luar Biasa (EGM) yang dijadwalkan pada 8 Juli 2025. EGM dipicu oleh lebih dari 10% anggota FAI yang menolak memainkan pertandingan tersebut sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina.
Ancaman Sanksi UEFA: Enam Poin Hangus hingga Diskualifikasi
Dalam surat kepada anggota, Dewan FAI menegaskan bahwa pemboikotan akan memicu proses disipliner UEFA. Konsekuensinya meliputi pengurangan enam poin secara otomatis, hilangnya pendapatan, hingga potensi diskualifikasi dari kompetisi.
"Setelah mempertimbangkan semua informasi yang tersedia dan konsekuensi dari tidak memenuhi pertandingan, dewan menyimpulkan bahwa menolak memainkan laga ini akan menyebabkan kerugian besar dan permanen bagi sepak bola Irlandia," bunyi surat tersebut.
Dampak Finansial: Dana Pembinaan Usia Muda Terancam
FAI memperkirakan kerugian 10,3 juta euro akan berdampak langsung pada pengurangan investasi di setiap level sepak bola, mulai dari akar rumput hingga tim senior. Angka ini setara dengan anggaran operasional federasi selama beberapa bulan.
Selain sanksi finansial, pemboikotan juga berpotensi membuat Irlandia terdegradasi dari Nations League. Konsekuensi berantainya bisa memengaruhi peluang lolos ke Piala Dunia dan Piala Eropa di masa depan.
Dua Laga di Venue Netral, Satu Tanpa Penonton
Kedua pertandingan akan digelar di tempat netral. Laga kandang Israel pada 27 September 2025 akan berlangsung di Debrecen, Hongaria. Sedangkan laga kandang Republik Irlandia pada 4 Oktober 2025 akan digelar tanpa penonton di Backa Topola, Serbia.
Keputusan memindahkan laga dari Dublin diambil UEFA atas permintaan FAI karena "masalah operasional" dalam menyelenggarakan pertandingan di ibu kota Irlandia.
Tekanan Publik Menguat, Aksi Protes Semakin Masif
Tekanan untuk memboikot laga melawan Israel terus menguat dalam beberapa pekan terakhir. Aksi protes sempat terjadi di luar gedung parlemen Irlandia (Dail). Pada laga persahabatan melawan Qatar bulan Mei, pertandingan dua kali dihentikan setelah bola tenis bergambar bendera Palestina dilempar ke lapangan.
Kelompok Irish Sport for Palestine juga meluncurkan kampanye 'Stop the Game' yang menyerukan pemboikotan total terhadap tim Israel di semua cabang olahraga.
Sikap FAI: Tetap Main, Tapi Dorong Sanksi UEFA
Meski menolak boikot, FAI menegaskan terus menyuarakan sikap anggotanya di tingkat internasional. Federasi telah mengajukan mosi ke Komite Eksekutif UEFA yang menuntut penangguhan keanggotaan Federasi Sepak Bola Israel (IFA) dari kompetisi UEFA.
"Asosiasi akan terus mewakili pandangan anggotanya, sebagaimana telah dilakukan dengan mengajukan mosi dari anggotanya ke Komite Eksekutif UEFA," tulis surat tersebut.
Konflik Gaza yang melatarbelakangi gerakan boikot ini bermula dari serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 251 warga Israel. Serangan balasan Israel sejak saat itu telah menewaskan sedikitnya 73.035 warga Gaza, termasuk lebih dari 21.280 anak-anak, menurut data Kementerian Kesehatan Gaza yang dianggap andal oleh PBB.